Kontroversi di Piala Dunia 2010


Piala Dunia 2010 yang untuk pertama kalinya digelar di Benua Afrika banyak menuai kontroversi. Kontroversi sudah mulai sejak FIFA memutuskan Afrika Selatan menjadi tuan rumah perhelatan akbar empat tahunan ini. Ini terkait dengan masalah kesiapan stadion, sarana dan prasarana penunjang, hingga masalah keamanan di negara tersebut.

Kontroversi berikutnya yaitu kelolosan Perancis ke Piala Dunia setelah mengalahkan Republik Irlandia. Wasit mengesahkan gol William Gallas padahal sebelumnya terjadi handball yang dilakukan oleh Thierry Henry sebelum memberikan assist kepada William Gallas. Perancis akhirnya menang 2-1.

Di luar lapangan, keberadaan vuvuzela dianggap sangat mengganggu konsentrasi pemain saat bermain di lapangan. suara yang berasal dari terompet khas Afrika Selatan ini sangat melengking dan mengganggu pendengaran.

Sementara di dalam lapangan, pemain khususnya kiper sangat mengeluhkan bola resmi piala dunia, Jabulani. Bola buatan Adidas ini dianggap terlalu ringan dan mudah melayang ketika berada di udara, sehingga kiper kesulitan menangkap bola ini. Ini yang teradi ketika Belanda mengalahkan Jepang 1-0. Kiper Jepang, Eiji Kawashima terlihat salah langkah ketika hendak menepis tendangan Sneijder. Bola melayang dan akhirnya masuk ke gawang meskipun sempat ditepis oleh Kawashima.

Yang paling kontroversial adalah keputusan wasit. Wasit yang seharusnya sebagai pengadil dan merupakan orang-orang pilihan FIFA tidak dapat menjalankan tugas dengan baik.

Kasus kontroversi yang paling hangat adalah saat Jerman melawan Inggris di babak 16 besar. Saat itu wasit yang memimpin adalah wasit asal Uruguay, Jorge Larrionda. Sungguh aneh sebenarnya, karena wasit ini pernah diskorsing oleh federasi sepak bola Uruguay karena keputusan-keputusannya yang dinilai penuh kontroversi. Pada pertandingan Jerman versus Inggris ini, dia menganulir gol Frank Lampard padahal jelas sekali bola sudah melewati garis gawang.

Larrionda juga tidak memberikan hadiah penalti kepada Serbia saat melawan Australia pada babak penyisihan grup. Pada tayangan ulang, terlihat gelandang Australia, Tim Cahill melakukan handball di dalam kotak penalti.

Kontroversi terjadi lagi beberapa jam kemudian saat Argentina melawan Meksiko. Berbeda dengan Larrionda, Rosetti (wasit yang memimpin pertandingan ini) justru mengesahkan gol Carlos Tevez padahal jelas sekali Tevez berdiri pada posisi offside dan dia pun setelah pertandingan mengakui bahwa dirinya berada dalam posisi offside, namun pertandingan telah selesai dan wasit telah mengesahkan gol tersebut.

courtesy: worldcupblog.org

FIFA pun akhirnya mengistirahatkan Larrionda dan Rosetti hingga akhir turnamen. Dan Sepp Blatter meminta maaf kepada tim-tim yang dirugikan pada pertandingan tersebut.

Sebelumnya, pada babak penyisihan grup juga terjadi beberapa kontroversi, yaitu saat Meksiko melawan Afrika Selatan pada pertandingan pembukaan. Gol Meksiko dianulir karena dianggap offside padahal salah satu pemain Afrika Selatan masih berdiri pada garis gawang. Begitu juga dengan gol Amerika ke gawang Slovenia. Wasit Koman Coulibaly tidak mengesahkan gol Amerika karena dianggap offside.

Semoga pada pertandingan di babak perempat final hingga final nanti tidak terjadi lagi keputusan wasit yang kontroversial, sehingga putaran final piala dunia 2010 dapat tetap dinikmati oleh penggila bola di seluruh dunia tanpa adanya kontroversi. Tetap profesional dan sportif.

Terlepas dari kontroversi wasit di Piala Dunia, para pemain dan ofisial tetap menerima keputusan wasit tersebut. Meskipun mereka sempat protes, namun tidak ada protes yang berlebihan. Mereka tetap menjunjung tinggi hukum bahwa keputusan wasit adalah mutlak. Bayangkan jika kontroversi tersebut terjadi pada Liga Super Indonesia. Mungkin wasit yang memimpin pertandingan sudah dikejar-kejar oleh pemain dan ofisial, bahkan suporter yang hendak memukuli wasit tersebut. Inilah nilai positif yang harus diambil oleh insan persepakbolaan di Indonesia. Kita harus menghormati keputusan wasit dan tidak melakukan tindakan anarkis jika wasit melakukan kesalahan. Jadilah insan persepakbolaan yang Profesional dan menjunjung tinggi Sportivitas. Maju terus persepakbolaan Indonesia !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s