Zodiak ke 13, Ophiuchus !!



Sebenarnya ini berita uda lama seh, hanya sekedar ingin sharing aja. Mungkin kata Zodiak sangat tidak asing bagi kalangan manusia di seluruh dunia, terutama para remaja yang hampir tiap hari membuka ramalan zodiak di majalah atau surat kabar dengan topik ‘Apa kata zodiakmu hari ini?’.

Ramalan bintang yang kita ketahui selama ini dan tidak sedikit orang yang mempercayainya, sebenarnya berasal dari sekelompok bintang atau biasa disebut rasi bintang. Jumlah rasi bintang di tata surya mencapai 88 rasi bintang. Namun, yang kita kenal selama ini dan digunakan untuk ramalan zodiak hanya berjumlah 12, yaitu rasi bintang yang memotong garis ekliptika bumi.

Zodiak yang kita dapatkan ketika lahir ditentukan dari rasi bintang yang pada saat itu berada paling dekat dengan matahari. Berhubung ramalan zodiak didasarkan pada rasi bintang, banyak orang yang menghubungkan ilmu astronomi dengan astrologi. Padahal secara prinsip kedua ilmu ini sangatlah berbeda.

Astrologi adalah ilmu tradisi yang mempelajari hubungan antara kejadian di bumi dengan posisi dan pergerakan benda-benda langit, misalnya matahari, bulan, planet, serta bintang. Ilmu ini berkembang sudah sejak sekitar 4000 tahun yang lalu dimulai dari Mesopotamia, sebuah negara di Timur Tengah lalu berkembang ke Eropa, Amerika, serta Asia. Pakar astrologi dinamakan Astrolog. Astrolog yang cukup terkenal hingga saat ini adalah Nostradamus dari Perancis yang terkenal dengan bukunya yang berjudul ‘Centuries’ yang berisi tentang ‘Ramalan Nostradamus’, walaupun tidak banyak yang terbukti.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka astrologi pun turut berkembang. Pada awalnya, astrologi dan astronimi merupakan satu kesatuan ilmu, namun pada abad ke 17 astrologi mulai dipisahkan dari astronomi dikarenakan metode yang digunakan astrolog tidak mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, bahkan di Barat astrologi tidak hanya mendapat perlawanan dari para ilmuwan tapi juga Gerejakarena dianggap melanggar ajaran agama.

Lain halnya dengan astronomi, ilmu ini mempelajari alam semesta dan benda-benda langit didasarkan pada metode serta perhitungan secara ilmiah. Perhitungan ini berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran dengan ketelitian yang tinggi serta menggunakan alat-alat observasi yang canggih seperti teleskop, satelit dan pengiriman pesawat serta pengolahan data menggunakan komputer sehingga pergerakan benda-benda langit bisa diperkirakan secara pasti baik untuk kondisi masa yang lalu maupun kondisi masa yang akan datang.

Dalam perkembangannya ternyata astrologi justru lebih populer dari pada astronomi. Hingga kini bahkan beberapa astrolog mengkhususkan diri dalam Astrologi Kesehatan (Medical Astrology), sementara yang lain menggunakan astrologi untuk menelaah gejala-gejala finansial dalam bisnis dan bursa efek (Financial Astrology). Astrologi Duniawi (Mundane Astrology) adalah tentang politik dan peristiwa dunia, sementara Astrologi Pemilihan (Electional Astrology) digunakan untuk membantu orang menemukan waktu atau hari yang tepat untuk menikah, mendirikan usaha, memulai pekerjaan baru dan lain-lain. Astrologi Pertanyaan (Horary Astrology) menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang berdasar pada saat-saat mereka muncul dalam pikiran si penanya. Walaupun demikian, di antara semua aliran astrologi yang paling populer adalah Astrologi Kelahiran (Natal Astrology), yaitu jenis astrologi yang menganalisa kepribadian dan potensi kehidupan seseorang berdasar pada tanggal, waktu dan tempat kelahiran.

Astrologi mengklaim bahwa posisi benda langit saat seseorang dilahirkan dapat mempengaruhi watak dan kepribadiannya bahkan nasibnya dikemudian hari. Walaupun hal ini sudah ditolak mentah-mentah oleh para saintis karena sangat tidak ilmiah sehingga dianggap sebagai ‘pseudo science’ kayaknya sains tapi bukan. Namun demikian berjuta-juta orang di dunia masih saja banyak yang percaya dan mempraktekkannya. Bahkan klaim tidak hanya sebatas itu saja bahkan posisi tersebut diyakini dapat mempengaruhi kondisi bumi secara geologis misalnya peristiwa gempa bumi, gunung meletus, banjir dan peristiwa alam lainnya.


Astrolog memiliki perlengkapan yang disebut Horoskop yaitu sebuah gambaran peta langit dengan bumi berada di pusatnya dan dikelilingi oleh pita melingkar bergambar 12 rasi bintang yang disebut zodiak. Rasi zodiak ini membagi persis lingkaran 360° menjadi 12 bagian sehingga masing-masing lebarnya 30°. Ke 12 rasi zodiak itu adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn Aquarius, dan Pisces. Horoskop dibuat oleh para astrolog untuk mengetahui dimana posisi matahari saat seseorang dilahirkan. Ini adalah salah satu aliran astrologi yang paling populer dan paling banyak penggemarnya termasuk di Indonesia. Kenapa mereka membagi lingkaran langit menjadi 12 sama persis, ternyata alasannya adalah hal itu sudah merupakan kesepakatan dari tradisi turun temurun sejak Claudius Ptelomeus mengenalkan horoskop tersebut memasuki abad ke-2.

Sebenarnya, rasi bintang yang ada di ekliptika bumi kita ini berjumlah 13. Namun, rasi bintang yang digunakan dalam dunia ramal-meramal hanya 12. Maklum, astrologi muncul pada zaman Babilonia atau 2000 SM yang pada saat itu baru ada 12 rasi bintang di garis ekliptika bumi. Nah, rasi bintang ketiga belas ini baru muncul pada 2006 sehingga para ahli nujum kuno Babilonia tidak memasukkannya ke daftar rasi bintang zodiak kuno. Zodiak yang kita kenal selama ini berjumlah 12, yaitu Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpius, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces. Tapi, sekarang muncul Ophiuchus yang menyelinap di antara Scorpius dan Sagitarius.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena perjalanan waktu akibat peristiwa yang disebut ‘presesi bumi’. Seiring dengan berjalannya waktu dari tahun ke tahun dan dari abad ke abad berikutnya terjadi pergeseran terhadap titik Aries (Ekuinox) yang menjadi acuan awal durai zodiak ini. Besarnya pergeseran tersebut memang sangat kecil yaitu 0,0139° setiap tahun tapi jika itu terjadi selama 2000 tahun yang lalu hingga sekarang ( 2000 x 0,0139° = 27,8° ) sehingga yang disebut titik Aries kini tidak lagi terletak di rasi Aries melainkan sudah bergeser di rasi Pisces dan akan terus bergeser. Nantinya setelah 25.800 tahun berlalu titik ini akan kembali lagi di rasi Aries. Artinya tanggal yang menjadi pedoman horoskop bergeser cukup jauh dari rasinya, sebuah angka yang tidak pernah diperhitungkan oleh para astrolog.


Dampaknya, struktur pembagian zodiak pun berubah total. Mungkin yang dulu berzodiak Aries, kini sudah bukan Aries lagi pada saat total zodiak sudah 13. Dan Scorpius sekarang memiliki jangka waktu yang pendek. Jika pada versi 12 zodiak, Scorpius memiliki rentang waktu 30 hari (23 Oktober – 21 November), dengan 13 zodiak hanya 7 hari (23 November – 29 November). Berikut tabel perbandingannya:

Zodiak

Versi 12 Zodiak

Versi 13 Zodiak

Aries

Domba

21 Maret – 19 April

18 April – 13 Mei (25 hari)

Taurus

Kerbau

20 April – 20 Mei

13 Mei – 22 Juni (40 hari)

Gemini

Si kembar

21 Mei – 20 Juni

22 Juni – 21 Juli (29 hari)

Cancer

Kepiting

21 Juni – 22 Juli

21 Juli – 10 Agustus (20 hari)

Leo

Singa

23 Juli – 22 Agustus

10 Agustus – 16 September (45 hari)

Virgo

Gadis perawan

23 Agustus – 22 September

16 September – 31 Oktober (45 hari)

Libra

Timbangan

23 September – 22 Oktober

31 Oktober – 23 November (23 hari)

Scorpius

Kalajengking

23 Oktober – 21 November

23 November – 29 November (7 hari)

Ophiuchus

Pawang ular

29 November – 18 Desember (19 hari)

Sagittarius

Pemanah

22 November – 21 Desember

18 Desember – 21 Januari (34 hari)

Capricornus

Kambing laut

22 Desember – 19 Januari

21 Januari – 16 Februari (26 hari)

Aquarius

Pembawa air

20 Januari – 18 Februari

16 Februari – 11 Maret (24 hari)

Pisces

Ikan

19 Februari – 20 Maret

11 Maret – 18 April (38 hari)

 


Jadi, tidak usah pusing dengan perubahan ini. Tidak usah berpikir nasib kita akan berubah seiring dengan berubahnya zodiak kita. Jodoh, rejeki, nasib manusia serta bencana yang menimpa manusia bukan karena posisi matahari, planet, atau bintang melainkan karena sunnatullah, ketentuan dari Allah. Jadi sebaikya kita tidak usah percaya dengan ramalan-ramalan itu karena itu merupakan perbuatan syirik.

Rasulullah menyampaikan peringatan Allah dalam hadits qudsi: “Siapa yang berkata hujan karena bintang ini dan itu maka telah kafir kepada-Ku dan percaya kepada bintang” (HR Bukhari-Muslim).Juga Allah menegaskan dalam Alquran, “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami mengadakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS 57:22).

2 thoughts on “Zodiak ke 13, Ophiuchus !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s