Eksplorasi Bandung Selatan bersama Unity Phonegraphy Bandung


Hai sobat, Open-mouthed smile kali ini saya bakal ngereview dikit seputar wisata di daerah Bandung Selatan. Tepatnya pada hari Minggu tanggal 12 Oktober 2014, saya beserta teman-teman yang tergabung di dalam perkumpulan komunitas phonegraphy di Bandung, mengadakan semacam touring menggunakan sepeda motor. Kali ini ke daerah Bandung Selatan dengan destinasi utama Situ Cisanti. Peserta touring kali ini diikuti oleh 7 orang.

Perjalanan kami dimulai pada pukul 07:00 bermula di persimpangan Gedebage. Rute yang kami lalui adalah Gedebage – Majalaya via Lembur Awi. Sekitar pukul 09:00, tibalah kami di lokasi. Dengan membayar Rp 10.000 per orang (untuk 1 motor yang ditumpangi 1 orang, jika ditumpangi 2 orang, tarifnya Rp 15.000) plus bea parkir Rp 2.000, kita sudah dapat menikmati indahnya pemandangan di Situ Cisanti ini.

IMG-20141013-WA0000 IMG_20141015_051801 IMG_20141015_094619

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Situ Cisanti berada di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, dan lokasinya tepat berada di kaki Gunung Wayang. Di bagian sudut belakang dari situ ini, ada sebuah spot yang dinamakan Patilasan Dipati Ukur, seorang Wedana Bupati Priangan, berbentuk serupa makam sepanjang kurang lebih 5m. Sayangnya, kami tidak diperkenankan untuk masuk ke dalamnya oleh para juru kunci di sana, hanya bisa melihat-lihat dari luar. Spot tersebut juga merupakan Hulu Sungai Citarum.

DSC_2350

Sekitar jam 12 siang, kami memutuskan untuk bersiap melanjutkan perjalanan. Tujuannya adalah kembali ke Kota Bandung, namun kami melalui rute yang melewati Pangalengan – Banjaran. Di tengah perjalanan ini, kami mendapati sebuah hamparan kebun teh yang cukup luas. Tidak heran, karena ternyata itu merupakan kawasan yang dikelola oleh PTPN VIII. Kami lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati kudapan yang kami bawa dan menikmati sejuknya udara di sana.

DSC_2354_1

Menjelang sore hari, setelah menyantap semangkuk bakso di warung pinggir jalan, kami mampir sebentar ke sebuah makam dari seorang yang berjasa memajukan daerah tersebut pada masa kolonial Belanda. Orang tersebut adalah Karl Albert Rudolf Bosscha. Tidak ada tarif khusus, namun sebagai imbalan untuk perawatan lokasi, kita membayar Rp 5.000 per orang. Penjaga makamnya sangat ramah dan mau menjelaskan sedikit informasi mengenai sejarah tempat tersebut, juga informasi mengenai lokasi di sekitar makam. Jadi, kami tidak segan untuk mengeluarkan kocek yang terbilang murah tersebut.

DSC_2370_1DSC_2369

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Begitulah sedikit cerita singkat mengenai perjalanan saya beserta teman-teman dalam eksplorasi kami mengenal Bandung Selatan. Semoga ada informasi yang berharga yang dapat diambil dari tulisan ini.

Tunggu kegiatan kami selanjutnya ya Smile

IMG_20141012_124435

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s